Bener Meriah menjadi Lumbung Ternak Potong: Ini, Petugas Inseminasi Buatan untuk Dihubungi

Laporan: WAN KURNIA
Editor: PAJIBER MBO

BENER MERIAH – www.suarapublik.co.id | USAHA pengembangan peternakan di Kabupaten Bener Meriah tidak terlepas dari upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat akan daging yang selama ini masih dipasok dari kabupaten tetangga, karenanya kabupaten Bener Meriah layak mengupayakan peningkatan populasi ternaknya sapi, kerbau, dan kambing. Hal ini didapat dari penjelasan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Perikanan, Mursaha S.Pt. M.Pd., Kamis (12/10/2017) di ruang kerjanya.

“Disamping komuditi utama Kabupaten Bener Meriah berupa kopi organik yang notabene tidak terlepas dari kebutuhan pupuk organik (kompos) yang bersumber dari kotoran sapi, kerbau”, ungkap Mursaha seraya mengatakan, kedua hal tersebut sangat memungkinkan terus dipadukan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Bener Meriah integrasi ternak dengan kebun kopi dapat dijalankan di area perkebunan itu sendiri seisinya termanfaatkan gulma kebun kopi serta lahan di sekitar kebun kopi. Yang tidak bias tanaman kopi dapat ditanam hijauan, pakan ternak.

Selanjutnya, Mursaha menjelaskan usaha pembibitan ternak dapat dimanfaatkan di area perueren yakni uber-uber dan blang paku yang telah memiliki payang hukum/qanun Kabupaten Bener Meriah Nomor 5 tahun 2011 tentang Lokasi Peternakan Perueran, Uber-Uber, dan Blang Paku seluas 4.166 hektar.

“Hal ini meningkatkan bener meriah dapat menjadi lumbung ternak potong”, jelas Kabid Peternakan dan Perikanan ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, kawasan perueren, uber-uber dan blang paku telah memiliki fasilitas-fasilitas berupa kandang ternak, Puskeswan, 1 orang petugas Dokter Hewan, dan 1 orang Mentri Hewan, 1 orang petugas insminasi buatan. Disamping itu terdapat 2 pengeluer yang mengawasi dari mengatur usaha peternakan di kawasan tersebut.

“Dengan kondisi ini diharapkan masyarakat Kabupaten Bener Meriah yang berniat melakukan usaha peternakan”, harap Mursaha.

“Mari bergabung untuk mengusahakan usaha peternakan dan hendaknya di kawasan yang telah diqanunkan tersebut tidak menjalankan usaha-usaha lain yang bertentangan secara teknis dengan usaha peternakan”, ajaknya dengan nada yang optimis.

Sementara itu wilayah Pintu Rime Gayo dalam sejarah Gayo dikenal perueren Blang RakaL. Hal ini juga memiliki potensi yang strategis dalam rangka meningkatkan swasembada berupa daging.

Kawasan ini menurut hasil survey lokasi tanah saat ini 258 hektar perueren yang pada awalnya 371 hektar. Lahan ini juga jika dimanfaatkan secara maksimal dalam peningkatan pembibitan ternak tentu sangat menunjang upaya-upaya swasembada pangan berupa hasil dari daging.

Kegiatan populasi ternak khususnya kerbau dan sapi disamping memasukkan ternak dari luar daerah juga terus diupayakan melalui peningkatan kelahiran adanya program SIWAB (Sapi Indukkan Wajib Bunting).

Hal ini terus dilaksanakan di lapangan melalui inseminasi buatan untuk kabupaten bener meriah ditargetkan 600 ekor, dengan demikian tahun 2018 akan lahir sapi atau kerbau 600 ekor upaya ini akan dikejar target mulai tanggal 25 s/d 29 November nanti yang dibantu oleh Dinas Peternakan Provinsi Aceh, BPTUHPT dari Indrapuri dan Balai Veterener dari kota Medan melakukan penyuntikan hormone (sinkronisasi birahi) yang dilakukan di Blangrakal, Wih Pesam, dan Perueren Uber-Uber di kawasan peternakan, jelasnya.

Mursaha berharap kepada masyarakat yang memiliki induk sapi dan kerbau yang belum bunting dapat menghubungi petugas inseminasi buatan. “Dapat menghubungi pegawai kami Gunawan untuk wilayah Bukit, Wih Pesam dan Timang Gajah. No HP: 085262853774, Kasman wilayah Uber-Uber No HP: 085260755407 dan Dokter Hewan Ahmad Sakir wilayah Pintu Rime Gayo No HP: 08126933700”, sebutnya.

“Mereka semua sudah menyediakan bibit unggul peternakan tersebut”, demikian Mushada, sang Kabid Peternakan dan Perikanan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *