HUT ke-66: Ketua IBI Bener Meriah Mengharapkan Peningkatan Jumlah Bidan APN

Laporan: WAN KURNIA
Editor: PAJIBER MBO

BENER MERIAH – www.suarapublik.co.id | IKATAN Bidan Indonesia (IBI) adalah organisasi profesi satu-satunya wadah bidan di Indonesia, berdiri pada tanggal 24 Juni 1951 di Jakarta. Pada tahun yang sama, IBI menjadi anggota Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan lima tahun kemudian (tahun 1956) menjadi anggota International Confederation of Midwives (ICM). Pada tahun ini (2017), peringatan HUT (Hari Ulang Tahun) katan Bidan Indonesia (IBI) ke 66 dilaksanakan di Kabupaten Bener Meriah bertempat di GOR, Selasa (22/8/2017).

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Bener Meriah Abd. Muis, SE, MT, Sekretaris Komisi D DPRK Bener Meriah dr. Jawahirsyah Putra, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Bener Meriah Nikmah Abdul Latif, Ketua Dharma Wanita Persatuan Bener Meriah Ernawati Ismarissiska, Ketua IBI Bener Meriah Risnawati, SST, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Bener Meriah Sukur, S.Pd, M. Pd, Ketua IBI Kabupaten Aceh Tengah, perwakilan KOMPAK, serta seluruh bidan se-kabupaten Bener Meriah.

Pada kata sambutannya, Ketua IBI Kabupaten Bener Meriah Risnawati, SST menyampaikan, saat ini cabang IBI Kabupaten Bener Meriah memiliki 13 ranting, dengan jumlah anggota 798 orang yang memiliki latar belakang pekerjaan, PNS, PTT, honorer, bakti, dan pensiunan dengan berbagai latar belakang jenjang pendidikan, dari D1, D3, D4, terang Risnawati.

“Untuk Tahun 2016, dari jumlah ibu hamil sebanyak 3.552 orang, angka kematian ibu hamil di Kabupaten Bener Meriah sebanyak enam orang, empat terjadi saat bersalin, dan dua dimasa nifas. Untuk lahir hidup sekirat 3.386 bayi, jumlah kematian neo natal 40 dan kematian bayi 30”, jelas Risnawati.

“Untuk itu kami meminta kepada Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bener Meriah untuk dapat memberikan perhatian khusus untuk para bidan, karena baru 100 orang bidan yang telah mengikuti pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN), sementara yang lainnya belum mengikuti pelatihan”. terang Ketua IBI Bener Meriah itu.

Hal ini kata Risnawati perlu dilakukan, demi meningkatkan asuhan pelayanan kebidanan, khususnya untuk kesehatan ibu dan anak, seorang bidan harus sesuai dengan stadar.

“Kami berharap jumlah bidan yang mengikuti pelatihan APN akan terus bertambah. Dan bidan PPT di Bener Meriah yang belum diangkat sebanyak 7 orang untuk dapat diangkat menjadi PNS, demikian juga dengan bidan bakti untuk bisa diangkat menjadi tenaga honorer”, pinta Ketua IBI Bener Meriah. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *