Gelora RS Cut Nyak Dhien Mengisi Kemerdekaan

Laporan: Putera Zoelva

LANGSA – www.suarapublik.co.id | Rumah Sakit Cut Nyak Dhien (RS CND) Kota Langsa terus menggelorakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah itu. Hal ini selaras dengan arah pembangunan nasional sebagai bagian mengisi kemerdekaan Indonesia yang pada tanggal 17 Agustus nanti, genap berusia 72 tahun.

Direktur RS Cut Nyak Dhien, Dr Yusuf MM, di Langsa, Senin 15 Agustus 2017, mengungkapkan, pihaknya senantiasa mengedepankan pelayanan prima terhadap pasien rawat inap maupun rawat jalan.
“Sebagai rumah sakit swasta penerima pasien BPJS, kita tetap maksimal dalam pelayanan. Karena, kesehatan merupakan hal utama dalam pembangunan dan mengisi kemerdekaan bangsa ini,”  tuturnya.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara ini mengatakan, RS Cut Nyak Dhien memiliki kepedulian yang tinggi terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya.

Kemudian, melaksanakan program-program kerjasama dengan para pihak dalam rangka meningkatkan optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tidak hanya itu, kata Yusuf, pihaknya juga melakukan pengabdian dengan turun ke tengah masyarakat guna memastikan terjaminnya pelayanan prima.

Rumah sakit yang dipimpinnya, tambah Yusuf, memiliki beberapa jenis pelayanan seperti; operasi katarak (Operasi Veco), rawat inap, rawat jalan serta melayani sejumlah fasilitas kesehatan, diantaranya; inhealt, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Tafakul, PLN, dan JKA.

“Untuk fasilitas layanan kesehatan kita terima semua. Proses administrasi tidak dipersulit. Intinya, pelayanan kita utamakan untuk menangani pasien terlebih dahulu, sedangkan proses administrasi menyusul,” terang peraih gelar Megister Manajemen pada Program Pasca Sarjana Universitas Islam Sumatera Utara itu.

Yusuf menyampaikan, RS Cut Nyak Dhien memiliki sedikitnya tujuh belas orang dokter spesialis. Terdiri dari Speasialis Anak, Mata, Penyakit Dalam, Obgyn (spesialis kandungan dan kebidanan), Spesialis Bedah, Paru dan Saraf.

Kedepan, Yusuf berkomitmen akan memberikan layanan antar jemput pasien gratis. “Masyarakat kita banyak kalangan menengah kebawah. Sekiranya harus maksimal kita bisa gratiskan antar dan jemput pasien menggunakan ambulance secara tidak berbayar,” harap anak muda itu bersemangat.

Tidak luput, RS Cut Nyak Dhien memberikan kesempatan kepada putra-putri Kota Langsa untuk bergabung bersama RS tersebut, sehingga terciptanya peluang kerja bagi lulusan keperawatan, kebidanan dan disiplin ilmu lainnya.

Ketika disinggung komitmennya dalam mengisi kemerdekaan, Yusuf mengutarakan, sebagai anak bangsa, menjadi suatu kewajiban untuk mengisi kemerdekaan yang telah diraih para pejuang terdahulu. Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tentu lebih sulit dari merebut kemerdekaan itu sendiri.

“Untuk itu, dibutuhkan segenap daya-upaya dari elemen negeri untuk bersatu-padu membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam segala bidang.Salah satunya adalah bidang kesehatan,” paparnya.

Diakui pria kelahiran Medan, 19 November 1987 ini, kecintaannya pada dunia kedoktoran karena ingin membantu sesama. Terlebih memberikan kesembuhan, keceriaan dan senyum kepada mereka yang menderita sakit.

“Dokter itu mulia.  Bekerja sambil bersilaturrahmi dengan orang lain yang kita tidak kenal, mendengarkan cerita dan pengalaman mereka, berbagi serta mengamalkan ilmu. Semoga Allah menjadikan profesi dokter sebagai ladang pahala, jalan menuju surga-Nya,” pungkas peraih gelar Doktoral Manajemen  Rumah Sakit di Univeristas Padjajaran Bandung ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *