Terkait Pengadaan Genset, Relawan Umara Angkat Bicara

Laporan: Adi Mujib
Editor: Pajeber MBO

LANGSA – www.suarapublik.co.id | Salah satu kelompok relawan pemenangan pasangan Usman Abdullah-Marzuki Hamid (Umara) pada saat mencalonkan diri kembali untuk kedua kalinya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Langsa periode 2017-2022, angkat bicara terkait dugaan mark-up pengadaan mesin genset 500 KVA di RSUD Langsa yang bersumber dari APBK Langsa tahun 2016.

“Kami Barisan Tambi yang merupakan salah satu relawan pemenangan Umara jilid II, merasa terganggu dengan adanya pemberitaan media massa tentang dugaan mark-up pengadaan genset di RSUD Langsa,” tulis Ketua Barisan Tambi, Armen dalam rilisnya yang diterima awak media di Langsa, Rabu 9 Agutustus 2017.

Menurutnya, pemeriksaan yang sedang dilakukan pihak penegak hukum hendaknya bisa dituntaskan segera agar tidak menjadi polemik dan menimbulkan fitnah sehingga berdampak negatif terhadap kepemimpinan Umara.

Hal tersebut menjadi penting, lanjut Armen, mengingat RSUD Langsa merupakan instasi pelayanan kesehatan yang pada periode pertama Umara sangat dirasakan manfaat keberhasilannya bagi masyarakat umum.

“RSUD salah satu tolak ukur keberhasilan Umara diperiode awal pemerintahannya. Jangan sampai kasus pengadaan genset menimbulkan perspektif negatif yang dapat mengerus kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Umara,” ujar Armen.

Barisan Tambi, tambah Armen, mendorong proses hukum yang sedang dilakukan Kejaksaan Negeri Langsa terkait kasus dugaan mark-up pengadaan genset RSUD Langsa tahun 2016.

“Kita memohon pihak penegak hukum bekerja lebih cepat dan mendorong proses hukum yang berlangsung,” tandasnya.

Seperti diketahui, pengadaan mesin genset dan instalasinya di RSUD Langsa tahun 2016 senilai Rp 1,8 miliar. Dimana, CV Indodaya Bio Mandiri yang berkedudukan di Kota Medan, Sumatera Utara ditetapkan sebagai pemenang pelaksaaan proyek tersebut dengan nilai penawaran 1.778.502.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *