Pengadaan Genset RSUD Langsa Diduga Mark Up

Laporan: Adi Mujib
Editor: Achdial AF

LANGSA – www.suarapublik.co.id | Proyek pengadaan mesin genset 500 KVA dan instalasinya pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa senilai Rp 1,8 miliar yang bersumber dari APBK Langsa (DID) tahun 2016, diduga terjadi mark-up.

Ketua LSM Piranti Bangsa, Farid Wajidi di Langsa, Selasa 8 Agustus 2017, mengutarakan berdasarkan penelusuran pihaknya terindikasi adanya pengelembungan biaya terhadap pengadaan mesin genset dimaksud.

“Kita telusuri, harga perunit genset baru berkapasitas 500 KVA dari sejumlah merk tidak melebihi Rp 1 miliar. Bahkan cenderung dibawah itu,” sebut Farid.

Dia memperkirakan harga beli satu unit mesin genset kapasitas 500 KVA dengan berbagai merk dagang berkisar pada Rp 900 juta rupiah. Ditambah biaya instalasi sekitar Rp 200 juta hingga total anggaran Rp 1,1 miliar.

Tambah dia, dari Rp 1,1 miliar ditambah keuntungan perusahaan sebesar 15 persen sesuai aturan perundang-undangan dan pajak penghasilan serta pertambahan nilai sejumlah 11,5 persen, maka ditaksir pagu keseluruhan berkisar Rp 1,3 miliar.

“Kita belum tahu apa dasar penetapan spesifikasi barang yang digunakan pejabat pembuat komitmen (PPK) pada RSUD Langsa sehingga nilai pagu mencapai Rp 1,8 miliar,” ucapnya.

Menurut Farid, sejauh ini proyek pengadaan mesin genset RSUD itu sedang dilakukan penyelidikan oleh petugas Kejaksaan Negeri Langsa. “Harapannya penyidik Kejaksaan bisa menuntaskan penyelidikan sehingga menjadi terang kasus dugaan mark-up ini,” tandas dia.

Kepala Kejaksaan Negeri Langsa, R Ika Haikal mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan semua kasus yang masuk ke kejaksaan setempat. “Proses penyelidikan sedang berlangsung, masyarakat harap bersabar,” ucapnya.

Seperti diketahui, data yang diperoleh pada website LPSE Kota Langsa, pengadaan mesin genset 500 KVA dan instalasi pada RSUD Langsa dilakukan pihak rekanan CV Indodaya Bio Mandiri yang beralamat di Kota Medan, Sumataera Utara, dengan nilai penawaran/kontraknya Rp 1.778.502.000. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *