Kepala Baitul Mal Bener Meriah, Drs Ramin: Kita Optimis Zakat Mal 2017 Meningkat

Laporan: WAN KURNIA
Editor: PAJIBER MBO

BENER MERIAH – www.suarapublik.co.id | BERALIHNYA pegawai Aparatur Sipil Negera (ASN) ketingkat Provinsi Aceh mengakibatkan pendapatan Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah terancam berkurang hampir Rp 1 Milyar pertahun. Tapi, diusahakan sumber tersebut dapat dikembalikan pihak provinsi kepada kabupaten, dan pendapatan dari zakat para petani diharapkan ada peningkatan sehingga adanya keoptimisan peningkatan pendapatan Batul Mal. Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah Drs Ramin T, Jumat (16/06/2017).

“Sangat disayangkan, uang yang seharusnya kita kelola untuk pembangunan di Bener Meriah saat ini sudah beralih ketingkat provinsi, dan kita sedang berupaya untuk menyurati Pemerintah Provinsi Aceh agar Zakat Mal untuk pegawai yang bertugas di Bener Meriah dapat kita kelola untuk dipergunakan di Bener Meriah,” ujarnya.

Adapun pegawai yang saat ini sudah beralih ketingkat provinsi disebutkan Ramin ialah pegawai Polhut, SMA, SMK dan SLB di wilayah Bener Meriah. “Setelah kita melakukan perhitungan zakat mal bagi pegawai tersebut sebanyak Rp 1 Milyar dan dibayarkan di provinsi”, katanya.

Disamping itu, Ramin menyampaikan, untuk tahun 2016 pendapatan Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah berkisar Rp 8,2 milyar rupiah dan pendapatan tersebut juga tidak menentu setiap tahunnya. “Jika hasil kopi mayasarakat banyak maka zakat mal yang dibayarkan oleh masyarakat juga akan bertambah banyak”, ujarnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, masih ada beberapa desa engan membayarkan zakat mal. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan sosiolisasi agar masyarakat dapat memberikan zakat mal sebesar 2,5% dari pendapatannya.

Kendati zakat pegawai dari sekolah SMA, SLB dan Polhut dikelola provinsi, namun Ramin berharap pihak provinsi dapat mengembalikan setoran zakat tersebut ke kabupaten lagi itu, karena yang mengeluarkan zakat tersebut adalah masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bener Meriah ini. Selain itu, dia juga optimis zakat mal tahun ini dapat meningkat. Hal tersebut dilihat dari hasil panen masyarakat tahun ini lumayan lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Hal itu juga berbeda dengan zakat hasil tanaman seperti yang didapatkan oleh petani dari hasil bercocok tanam dan biasanya masyarakat meyetorkan 10% sampai 5% tergantung dari banyaknya modal yang dikeluarkan oleh petani itu sendiri saat melakukan penanaman.

“Semakin kecil modal yang dikeluarkan maka semakin besar zakat mal yang di setor”, jelas Ramin.

Menurutnya ada beberapa desa yang langsung mengelola zakat mal itu sendiri di desa dan saat ini telah menyetor kembali ke Baitul Mal Kabupaten Bener Meriah karena dana yang didisalurkan ke desa itu juga akan lebih besar dari yang disetorkan.

Ramin juga menceritakan, saat ini untuk setiap desa sudah memiliki kuota untuk penyaluran tunai kepada kaum duafa menjadi masalah. Namun, hal tersebut dapat diatasi oleh Imam Kampung yang merupakan perwakilan dari Baitul Mal. program. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *