Linud: Gunakan Getek, Pelajar Simpang Jernih Harus Menantang Maut Menuju Sekolah

Laporan: MUHAMMAD HASBUH
Editor: PAJIBER MBO

ACEH TIMUR – www.suarapublik.co.id | WAKIL Bupati Aceh Timur menyambangi Gampong (Desa) Tampor Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur yang merupakan salah satu wilayah terpencil di Aceh Timur. Wakil Bupati beserta rombongan sudah berada di lokasi sekira Pukul 16.30 WIB. Kamis (27/04/2017).

Usai tinjau langsung keadaan di Simpang Jernih, Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un yang populer dengan sapaan Linud mengatakan sebagian besar kementerian perlu turun tangan langsung ke daerah pedalaman seperti Kementerian Perumahan Rakyat dan Daerah Tertinggal, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dikarenakan hal tersebut sesuai dengan harapan Presiden RI terkait membangun negeri dimulai dari pedesaan.

“Berbagai fasilitas umum masih dibutuhkan masyarakat kita di Aceh Timur, bahkan untuk mencapai sejumlah desa di kecamatan masih menggunakan getek (sampan-red), sehingga para pelajar dan petani disini saban hari harus menantang maut di DAS (Daerah Aliran Sungai) Simpang Jernih”, ujar Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un,

Untuk menuju Ibukota Kecamatan Simpang Jernih masyarakat setempat harus menpuh  5 – 6 jam perjalanan darat melalui lintasan Kota Langsa dan Kab. Aceh Tamiang.

“Padahal, jika terbangun sebuah jembatan penyeberangan antara Kecamatan Peunarun dengan Simpang Jernih, maka untuk mencapai Simpang Jernih hanya dibutuhkan waktu 2 jam perjalanan darat dari Idi, Ibukota Pemkab Aceh Timur”, demikian Linud. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *